Penguatan Dolar dan Saham Dorong Harga Emas Turun

Harga emas turun seiring investor yang memilih beralih ke aset berisiko, setelah munculnya laporan data ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan.

Harga emas untuk kontrak Juni jatuh US$ 12,60 atau 1 persen menjadi US$ 1.248,30 per ounce, melansir laman Market Watch, Kamis (14/4/2016).

Emas harus mengalah setelah pasar saham global naik, dengan indeks S&P 500 membukukan kenaikan hampir 1 persen.

Ini setelah China mengatakan ekspornya pada Maret tumbuh untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan.Sementara impor turun 7,6 persen, lebih lambat dari penurunan 13,8 persen pada bulan Februari.

Berita ini membantu meredakan kekhawatiran jika perlambatan ekonomi China akan berlangsung lama.

Penguatan dolar AS juga menekan harga emas dalam mata uang dolar. “Emas mengambil nafas setelah kenaikan saham dan dolar, yang kemungkinan mengarahkan ke pedagang untuk mengambil keuntungan,” kata Mark O’Byrne, Direktur Riset GoldCore berbasis di Dublin.

Adapun dalam hitungan kuartalan, harga emas membukukan kenaikan terbesar pada 3 bulan pertama 2016 ini dalam periode 30 tahun terakhir.

Kenaikan harga emas terdorong oleh kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global. Selain itu, kebijakan suku bunga negatif Jepang dan Eropa juga menjadi sentimen positif bagi pergerakan harga emas.

Sedangkan sentimen dari Amerika Serikat(AS), pelaku pasar percaya bahwa Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) belum akan menaikkan suku bunga di semester pertama tahun ini setelah melihat data-data ekonomi yang ada.

(sumber: liputan6)

(tr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.