Penguatan Dolar, Tekan Harga Emas

Harga emas jatuh hampir satu persen pada perdagangan Rabu atau Kamis waktu Indonesia. Pemulihan Dolar terhadap Euro dan rencana Bank Sentral AS (The Fed) untuk menaikkan suku bunga memicu penurunan tersebut.

Harga emas turun 0,7 persen menjadi US$1,166.76 per ons, dari US$ 1,179.20. Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup US$10,0 per ons atau 0,9 persen, menjadi US$1.167.1.
“Beberapa investor mengambil keuntungan setelah selama 200 hari bertahan,” kata  Tai Wong, Direktur Perdagangan BMO Capital Pasar di CNBC, Kamis 22 Oktober 2015.
Pada bulan Juli, spekulasi bahwa suku bunga AS akan naik tahun ini membantu tekanan emas, kekhawatiran pertumbuhan ekonomi China juga memberi sentimen negatif.
“Emas hanya mengikuti AS (kebijakan moneter),” kata analis Natixis Bernard Dahdah.  “Emas telah meningkat US$75 sejak awal September, berdasarkan harapan bahwa kenaikan suku bunga akan terjadi pada tahun 2016, bukan pada akhir tahun ini.”
Di antara logam mulia lainnya, perak turun 1,3 persen menjadi  US$15,77 per onse, platinum turun 1,3 persen menjadi US$1,006 per ons dan paladium turun 2,7 persen menjadi US$679 per ons.
(sumber: VIVA)
(tr)


Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.