Permintaan Meningkat Dukung Penguatan Harga Emas

Liputan6.com, Jakarta – Harga emas menguat di awal pekan ini seiring permintaan meningkat karena emas sebagai salah satu investasi relatif lebih aman. Permintaan meningkat itu dipicu dari sentimen Yunani dan China.

Di awal pekan ini, harga emas divisi Comex untuk pengiriman Agustus 2015 naik US$ 8,9 menjadi US$ 1.172,50 per ounce. Sedangkan harga perak untuk pengiriman September naik US$ 0,18 menjadi US$ 15,75 per ounce.

Pasar bereaksi terhadap hasil referendum Yunani pada 5 Juli 2015 yang sebagian mayoritas memilih menolak tawaran kreditor internasional soal dana talangan. Hal itu membuat kekhawatiran di pasar sehingga mendorong masyarakat membeli emas.

Hasil referendum tersebut pun menekan sejumlah bursa saham global mulai dari Eropa, Asia, dan Amerika Serikat (AS). Tak hanya itu mata uang euro pun terpuruk.

Meski demikian, sentimen Yunani ini akan mereda dalam jangka pendek. Para pemimpin kawasan Euro juga akan mengadakan pertemuan pada Selasa pekan ini. Demikian mengutip dari laman Kitco, Selasa (7/7/2015).

Situasi bursa saham China juga membayangi pasar keuangan dan modal global. Hal itu lantaran indeks saham China turun hampir 30 persen dalam tiga minggu. Pemerintah China memberlakukan langkah-langkah baru untuk menstabilkan bursa saham China termasuk menyuntikkan dana sehingga dapat membeli saham yang jatuh.

Banyak pengamat menilai, situasi ekonomi China lebih mempengaruhi situasi global ketimbang Indonesia. China termasuk salah satu negara yang memiliki ekonomi terbesar kedua dia dunia sedang mengalami perlambatan ekonomi. Hal ini juga mendorong penguatan harga emas karena permintaan investasi.

Di sisi lain secara teknikal, harga emas meski tertekan tetapi masih memiliki peluang naik.Harga emas akan mencoba level resistance dari pekan lalu di kisaran US$ 1.187,60. (liputan6.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.