Rencana The Fed Dongkrak Harga Emas

VIVA.co.id – Harga emas ditutup naik pada perdagangan Selasa waktu New York, atau Rabu dini hari. Kenaikan ini, diharapkan dapat memberi angin segar menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa minggu ini.

Kenaikan ini, seperti dilansir dari CNBC, Rabu 21 Oktober 2015, juga didukung oleh ekspektasi Federal Reserve (Bank Sentral Amerika Serikat) yang akan menaikkan suku bunga dalam hampir satu dekade.
Harga emas di pasar spot emas naik 0,5 persen menjadi US$1.176,21 per ons, sedangkan emas di bursa berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik US$4,70 per ons menjadi US$1.177,50.
Emas menyentuh level terendah pekan lalu, setelah menyusul kekhawatiran akan ekonomi global.
“Logam mulia bergerak lebih tinggi sebagai harapan bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga yang terlalu tinggi tahun ini,” kata Kepala Analis dari Ava Perdagangan,  Naeem Aslam.
Pasar domestik 
Sementara itu, harga emas dalam negeri yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini, naik Rp2.000 dari menjadi Rp565 ribu per gram.
Dilansir dari laman logammulia, untuk harga pembelian kembali (buyback) logam mulia Antam juga mengalami kenaikan Rp3.000 menjadi Rp508 ribu per gram.
Berikut daftar harga emas Antam berdasarkan pecahan terkecil hingga terbesar dikutip dari laman logammulia.
Harga emas logam lima gram dijual Rp2.680.000, 10 gram Rp5,310 juta, 25 gram Rp13.200.000, 50 gram Rp26,35 juta, 100 gram Rp52,65 juta, 250 gram Rp131,50 juta, dan 500 gram Rp262,80 juta.
Untuk ukuran emas masih tersedia, kecuali ukuran 100 gram habis terjual. Pembelian emas secara langsung di kantor Antam, dibatasi hingga 150 nomor antrean.
sumber: viva


Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.