Rilis The Fed Bikin Harga Emas Lebih Mahal

Liputan6.com, Chicago – Harga emas┬ádi Divisi Comex New York Mercantile Exchange naik para perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta). Penguatan tersebut terjadi paska pengumuman hasil pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS).

Mengutip Xinhua, Kamis (20/8/2015), harga emas yang paling aktif diperdagangkan untuk pengiriman Desember naik US$ 11 atau 0,98 persen menjadi US$ 1.127,90 per ounce.

Harga emas menguat karena adanya spekulasi dari pelaku pasar bahwa kemungkinan besar The Fed belum akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini.

Sebelumnya, harga emas memang sempat tertekan karena analis memperkirakan bahwa Bank Sentral AS akan segera menaikkan suku bunga pada September ini karena data-data yang ada cukup mendukung pemulihan ekonomi sehingga pelaku pasar memperkirakan bahwa suku bunga AS bakal segera naik.

Kenaikan suku bunga tersebut akan menekan harga emas karena komoditas logam mulia tersebut harus bersaing dengan aset keuangan yang memiliki imbal hasil yang tinggi namun risikonya kecil.

Namun, secara perlahan harga emas mengalami kenaikan karena data tenaga kerja yang dikeluarkan oleh Departemen tenaga Kerja AS mengungkapkan bahwa indeks harga konsumen naik 0,1 persen pada Juli 2015 lalu. Level tersebut berada di bawah perkiraan para analis.

Pada perdagangan kemarin, harga emas berjangka merosot karena penguatan data perumahan Amerika Serikat (AS) didukung spekulasi Bank Sentral AS atau Federal Reserve akan segera meningkatkan suku bunga.

Pada perdagangan Rabu (19/8/2015), kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun US$ 1,5 atau 0,13 persen menjadi US$ 1.116,9 per ounce.

Departemen Perdagangan AS mengatakan penjualan perumahan pada Juli meningkat menjadi 1.206.000 atau naik 0,2 persen dari bulan Juni, level tertinggi sejak Oktober 2007.

Analis percaya bahwa peningkatan yang nyata di pasar properti dapat mempengaruhi waktu kenaikan suku bunga AS , mungkin pada bulan September.

Sebagai logam mulia, emas tidak dikenakan bunga. Untuk itu, kenaikan suku bunga akan mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset dengan return. Belum ada kenaikan suku bunga The Fed sejak Juni 2006.

sumber: liputan6.com

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.