Rusia Intervensi Ukraina, Emas Semakin Bersinar

NEW YORK – Emas melonjak karena meningkatnya ketegangan antara Moskow dan Kiev. Investor mulai beralih ke aset yang lebih aman, karena konflik pemasangan memicu kekhawatiran tentang pasokan dari daerah ekspor utama.

Presiden Vladimir Putin menyatakan pada akhir pekan, Rusia memiliki hak untuk menyerang tetangganya untuk melindungi kepentingan Rusia. Akibatnya, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengancam akan menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia untuk intervensi militer.

Melansir Reuters, Selasa (4/3/2014), emas jenis Spot naik ke USD1.354,80 per troy ons. Sedangkan emas berjangka AS, Comex Gold, untuk pengiriman April ditutup naik USD28,70 menjadi USD1,350.30 per troy ons, dengan volume perdagangan sekitar 10 persen di atas rata-rata 30 hari perdagangan.

CRB Index CoreCommodity naik 1,1 persen ke level tertinggi sejak Oktober 2012, dengan 12 dari 19 aset meningkat pada hari itu. Namun, industri logam malah bergerak ke arah yang berlawanan dengan logam mulia .

“Sanksi Perdagangan dan ketegangan global juga bisa membahayakan pemulihan ekonomi global yang rapuh, yang saat ini sedang berjalan. Ketegangan ini akan memberikan tekanan pada harga komoditas,” kata analis INTL FCStone, Edward Meir.

Tembaga di London Metal Exchange turun 0,53 persen menjadi USD6,968 per ton pada penutupan, setelah sebelumnya mencapai level terendah USD6,944 per ton, terlemah sejak 3 Desember. Tembaga turun lebih dari 5 persen tahun ini, sementara aluminium berakhir turun 1,88 persen menjadi USD1,721 per ton.

Ketegangan di Ukraina membebani euro, dan membuat logam yang dihargakan dalam dolar AS lebih mahal bagi investor non-AS. (sumber: okezone)

(zou)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.