Saham Menurun, Mulai Incar Emas

Harga si kuning mentereng diperdagangkan mendekati level tertingginya dalam enam pekan terakhir pada transaksi hari ini (25/8). Saat harga komoditas kolaps, outlook emas sebagai logam berharga semakin kinclong.

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 10.29 waktu Singapura, harga kontrak emas untuk pengantaran segera naik 0,1% menjadi US$ 1.156,20 per troy ounce. Senin kemarin, harga kontrak yang sama tercatat turun sebesar 0,5%.

Sementara itu, harga kontrak emas untuk pengantaran Desember naik 0,2% menjadi US$ 1.155,90 per troy ounce di Comex, New York.

Penurunan harga emas dipicu oleh kemerosotan harga komoditas lain, termasuk harga minyak, yang tergerus hingga 6,1% akibat melimpahnya suplai minyak global.

Sentimen lain yang juga mempengaruhi harga emas adalah devaluasi mata uang yang dilakukan sejumlah negara, mulai dari China hingga Kazakhstan.

Dalam lima hari terakhir, investor gencar berburu emas. Hal itu tampak dari Bloomberg Commodity Index 22 bahan baku. Pada Senin (24/8) kemarin, sektor ini mencatatkan penurunan ke level terendah sejak 1999 akibat kecemasan mengenai perlambatan ekonomi China.

“Kondisi emas kemungkinan akan membaik jika dibandingkan dengan komoditas lain karena banyak orang yang berpikir emas wajib dipegang sebagai safe haven,” jelas Jonathan Barratt, Chief Investment Officer Ayers Alliance Securities.

Sedangkan harga kontrak perak untuk pengantaran segera naik 1% menjadi US$ 14,9123 per troy ounce. Pada 24 Agustus kemarin, harga kontrak perak yang sama merosot 3,6%.

(sumber : Tribunnews)

(tr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.