Saham-saham di Wall Street Berakhir Berbalik Naik

INILAHCOM, New York – Saham-saham di Wall Street berakhir berbalik naik dengan kuat pada Kamis atau Jumat (15/01/2016) pagi WIB. Itu terdukung laporan laba positif dan rebound harga minyak.

Dow Jones Industrial Average melompat 227,64 poin atau 1,41 persen menjadi berakhir di 16.379,05. Indeks S&P 500 melonjak 31,56 poin atau 1,67 persen menjadi 1.921,84 dan indeks komposit Nasdaq melonjak 88,94 poin atau 1,97 persen menjadi 4.615,00.

Sebelum bel pembukaan Kamis, JPMorgan Chase & Co membukukan laba kuartalan lebih baik dari perkiraan. Bank AS itu melaporkan laba bersih sebesar 5,4 miliar dolar AS untuk kuartal keempat 2015, pada pendapatan 23,7 miliar dolar AS. Saham JPMorgan Chase & Co naik 1,50 persen menjadi 58,20 dolar AS.

Investor juga didorong oleh pemulihan harga minyak. Baik minyak mentah AS maupun minyak mentah Brent melonjak lebih dari dua persen pada Kamis.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari naik 72 sen menjadi menetap di 31,2 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Februari naik 72 sen menjadi ditutup pada 31,03 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Meskipun membukukan kenaikan mantap pada Kamis, minyak mentah Brent masih anjlok lebih dari 17 persen sejak awal tahun ini, terseret oleh banjir pasokan global dan dolar AS yang lebih kuat.

Pada Rabu, minyak mentah Brent sempat diperdagangkan di bawah 30 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak April 2004, karena data menunjukkan bahwa persediaan bensin dan solar AS melonjak selama seminggu berturut-turut.

Di sisi ekonomi, dalam pekan yang berakhir 9 Januari, angka pendahuluan untuk klaim awal yang disesuaikan secara musiman mencapai 284.000, meningkat 7.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan Kamis.

Rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 278.750, meningkat 3.000 dari rata-rata tidak direvisi minggu sebelumnya 275.750.

Dalam laporan terpisah, departemen mengatakan harga impor AS turun 1,2 persen pada Desember, didorong oleh penurunan harga bahan bakar.

Di luar negeri, saham-saham Tiongkok memperoleh kembali penurunan curam pada pagi menjadi berakhir naik tajam pada Kamis, badan pengawas pasar modal Tiongkok, China Securities Regulatory Commission (CSRC), menunda reformasi pencatatan saham pada Rabu malam.

Indeks komposit Shanghai melonjak 1,97 persen menjadi ditutup pada 3.007,65 poin.

Ekuitas Eropa menurun secara luas pada Kamis. Indeks acuan FTSE 100 Inggris turun 0,72 persen, sedangkan indeks CAC 40 Prancis turun 1,80 persen.

Pada Rabu, saham-saham AS mengalami kerugian besar karena Beige Book Federal Reserve, sementara memperbarui tekanan terhadap harga minyak yang terus membebani Wall Street.

Indeks Volatilitas CBOE, sering disebut sebagai ukuran ketakutan Wall Street, turun 5,04 persen menjadi berakhir di 23,95 pada Kamis.

Di pasar lain, dolar AS bervariasi terhadap mata uang lainnya pada Kamis karena data ekonomi dari yang keluar dari negara itu negatif.

Pada akhir perdagangan New York, euro bergerak turun ke 1,0860 dolar dari 1,0875 dolar di sesi sebelumnya. Dolar dibeli 118,15 yen Jepang, lebih tinggi dari 117,84 yen dari sesi sebelumnya.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada Kamis karena ekuitas AS menunjukkan penguatan.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Maret turun 13,5 dolar AS atau 1,24 persen, menjadi menetap di 1.073,60 dolar AS per ounce. (pasarmodal.inilah.com)(dk)


Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.