Sentimen The Fed Kembali Bayangi, Harga Emas Naik

Liputan6.com, Chicago – Harga emas menguat di awal pekan ini setelah aksi beli oleh pelaku pasar lantaran emas sebagai investasi safe haven usai serangan teror Paris. Akan tetapi, pelaku pasar fokus kembali ke sentimen rencana kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS).

Di pasar spot, harga emas naik 1,4 persen ke level tertinggi dalam 10 hari perdagangan terakhir di US$ 1.097,90 per ounce. Namun, kenaikan harga emas kian terbatas hanya naik 0,1 persen ke level US$ 1,083,76. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik tipis 0,3 persen ke level US$ 1.083,60 per ounce.

“Prancis membuat kemajuan cukup baik dengan penangkapan dan razia. Saya pikir pasar mengalihkan perhatian terhadap fundamental pasar. Kami melihat peningkatan risiko tetapi faktor fundamental yang mendorong bank sentral AS benar-benar faktor besar,” ujar Rob Haworth, Analis US Bank Wealth Management, seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (17/11/2015)

Hal senada dikatakan Analis Citi David Wilson. Ia mengatakan, harga emas dibuka melonjak, kemudian akhirnya naik terbatas lantaran ada risiko geopolitik. Akan tetapi, kenaikan itu hanya jangka pendek seiring ada masalah makro ekonomi lebih besar yaitu kekuatan dolar AS dan kenaikan suku bunga bank sentral AS. Dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya.

Bursa saham AS dan Eropa pun menguat tipis seiring pasar yakin kalau bank sentral AS akan menaikkan suku bunga pada Desember 2015. Kekhawatiran investor pun mereda terhadap serangan teror Paris.

Adapun harga logam lainnya antara lain harga perak cenderung mendatar di kisaran US$ 14,24 per ounce. Harga platinum naik 1,1 persen ke level US$ 883,75. Harga paladium naik 1,7 persen menjadi US$ 545. (bisnis.liputan6.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.