Sentimen Yunani Dorong Harga Emas Menguat

Liputan6.com, Chicago – Harga emas kembali berkilau setelah pemerintah baru terpilih Yunani memberikan pernyataan keras soal utang sehingga memicu kekhawatiran tentang integritas zona Euro.

Harga emas untuk pengiriman April yang paling aktif diperdagangkan berakhir naik US$ 6,9 (0,6 persen) ke level US$ 1.241,50 per troy ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Pada awal pekan ini, para pejabat Yunani menolak menerima perpanjangan bailout internasional negara tersebut. Pernyataan ini dikeluarkan setelah pemerintahan Yunani menyatakan akan mencari pinjaman jangka pendek dari pada melanjutkan program bantuan yang diminta oleh mitra Eropa.

Langkah itu meningkatkan kekhawatiran kalau Yunani akan gagal bayar terhadap utang baik atau keluar dari zona Euro. Sentimen itu mendorong kenaikan permintaan untuk emas. Sejumlah investor membeli emas karena yakin aset itu lebih baik dari aset lainnya selama masa ketidakpastian politik dan ekonomi.

“Kecuali perubahan posisi politik, Yunani mungkin keluar dari zona Euro pada akhir Februari. Para trader pun bergegas memburu emas untuk mengantisipasi keluarnya Yunani sehingga memilih investasi safe haven,” kata Nour Al-Hammoury, Chief Market Strategist ADS Securities, seperti dikutip dari laman ntnews.com.au, Selasa (10/2/2015).

Sentimen lain yang mendorong harga emas yaitu laporan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan mendorong investor kembali mencermati tingkat suku bunga AS.

Pemulihan ekonomi AS dapat mendorong bank sentral AS The Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga. Kebijakan ini kemungkinan dapat terjadi pada semester II 2015.

sumber: liputan6.com

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.