Top 4 Saham Emas per Agustus 2017

Tahun lalu merupakan tahun yang menarik bagi investor emas. Pada bulan Januari 2016, harga emas per ons turun menjadi $1,060 setelah mencapai level tertingginya di $1.230 pada tahun 2015. Pada bulan Juli 2016, logam mulia tersebut naik ke level tertinggi $1.365 per ounce sebelum terjun jatuh ke level $1.150 pada akhir tahun.

Emas mengalami kenaikan lagi pada tahun 2017, harga emas diperdagangkan pada kisaran $1.272 per ounce pada 4 Agustus. Saham SPDR Gold (GLD), SPDR ETF yang melacak emas batangan (bullion), naik 7,7% dari tahun ke tahun. Mungkin ini karena emas secara tradisional dianggap sebagai investasi safe haven pada saat terjadinya ketidakpastian ekonomi – dan tidak ada yang bisa membantah bahwa guncangan besar seperti Brexit, kemenangan presiden Donald Trump yang mengejutkan dan kinerja yang kurang baik dari perekonomi Barat lah yang berkontribusi pada keadaan yang tidak dapat diprediksi ini.

Jika Anda tertarik untuk masuk di pergerakan harga emas (pasar emas), Anda memiliki banyak pilihan selain ETF emas atau membeli setumpuk logam mulia. Beberapa saham emas terpanas di tahun 2017 adalah perusahaan pertambangan dan eksplorasi. Berikut ini adalah pilihan teratas untuk emas dan saham pertambangan yang mendapatkan eksposur di pasar tahun ini. Perusahaan-perusahaan ini dipilih berdasarkan kinerja pada tahun berjalan, dan semua angka akurat mulai tanggal 4 Agustus 2017.

Barrick Gold Corporation (ABX)

Barrick adalah pemimpin pertambangan emas, baik dalam hal ukuran dan biaya operasi yang rendah – biaya pemeliharaannya yang menyeluruh (AISC) turun menjadi $730 per ounce tahun lalu. Penambang emas ini juga menghasilkan arus uang tunai bebas (free cash flow) yang mengesankan sebanyak $1,5 miliar pada tahun 2016, yang mungkin telah menyebabkan kenaikan dividen sebesar 42% kepada investor tahun lalu. Analis memprediksi dividen besar lainnya akan terjadi pada 2017 sebesar 47%. Laba per saham (EPS – earning per share) kuartal kedua 2017 juga naik 57%, melebihi kuartal kedua 2016, yang meninggikan ekspektasi para analis.

Jika harga emas bertahan di atas $1.000 per ounce dan perusahaan dapat melanjutkan AISC yang rendah, Barrick bisa menjadi investasi jangka menengah yang baik, terutama jika dapat terus memangkas hutang dari neraca keuangannya. Sekarang, saham ini diperdagangkan pada sekitar $21, mendekati titik terendah kisaran 52 minggu di $18,52 hingga $29,29.

Laba per saham (EPS – earnings per share) adalah bagian dari laba perusahaan yang dialokasikan untuk setiap saham luar biasa dari sekuritas yang mewakili kepemilikan di perusahaan. Laba per saham berfungsi sebagai indikator profitabilitas sebuah perusahaan.

Free cash flow (FCF – arus uang tunai bebas) adalah jumlah uang tunai sisa dari perusahaan setelah perusahaan membayar semua pengeluarannya, termasuk pengeluaran barang modal bersih. Pengeluaran barang modal bersih adalah apa yang dibutuhkan perusahaan setiap tahunnya untuk mendapatkan atau meningkatkan aset fisik seperti bangunan dan mesin agar tetap beroperasi.

Royal Gold, Inc. (RGLD)

Royal Gold tidak seperti perusahaan pertambangan tradisional yang harus berinvestasi dalam banyak peralatan mahal dan operasi untuk benar-benar mendapatkan logam mulia dari tanah – perusahaan ini menghasilkan uang melalui perjanjian royalti dan streaming dengan penggerak tanah berat. Sebenarnya, salah satu sumber pendapatan utama Royal Gold adalah perjanjian streaming untuk tambang Dominika dengan Barrick Gold. Model bisnis berbiaya rendah ini adalah tambang emas untuk Royal Gold dalam hal arus uang tunai bebas; perusahaan ini dapat mengubah sekitar 60% dari pendapatannya menjadi arus uang tunai dalam tiga kuartal pertama tahun fiskal 2017.

Saham perusahaan ini sekarang diperdagangkan sekitar $84 per saham, tepat pada target harga 12 bulannya sebesar $84. Hal ini ditingkatkan dari Hold (menahan) menjadi Outperform tahun ini. Pendapatan fiskal kuartal ketiga Royal Gold 2017 mencapai $107 juta, naik 14% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Yang dimaksud dengan Hold (menahan) adalah rekomendasi analis untuk tidak membeli atau menjual sekuritas. Sebuah perusahaan dengan rekomendasi hold umumnya diharapkan dapat tampil dengan pasar atau dengan kecepatan yang sama dengan perusahaan sejenisnya. Peringkat ini lebih baik dari pada sell tapi lebih buruk dari pada buy, artinya investor dengan posisi long (buy) tidak boleh menjual (sell), namun investor tanpa posisi juga tidak boleh membeli (buy posisi).

Sedangkan yang dimaksud dengan Outperform adalah ketika sebuah investasi diperkirakan akan berkinerja lebih baik daripada keuntungan yang dihasilkan oleh indeks tertentu atau keseluruhan pasar. Karena kinerja dari kebanyakan investasi-investasi ini dibandingkan dengan indeks patokan, kinerja yang lebih baik mengacu pada menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi (keuntungan) daripada tolok ukur tertentu dari waktu ke waktu. Outperform juga mengacu pada penilaian analis terhadap sekuritas, dan outperform ini lebih baik daripada netral dan lebih buruk daripada rekomendasi pembelian yang kuat (strong buy).

Franco-Nevada Corporation (FNV)

Ini adalah perusahaan pengumpul logam mulia dan royalti lainnya yang sangat fokus pada emas. Perusahaan yang berbasis di Kanada menghasilkan jumlah pendapatan yang solid pada tahun 2016 dari $610 juta, yang merupakan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata di atas 14%. Dividen dan EPS juga naik, dengan EPS kuartal pertama 2017 sebesar $0,25 mengalahkan angka kuartal pertama 2016 di lebih dari 47%.

Franco-Nevada memiliki portofolio yang lebih beragam dan bahkan baru-baru ini mendapatkan paparan minyak dengan investasi $100 juta di play STACK Oklahoma. Kesepakatan lain untuk hak royalti gas dan minyak di Permian Basin juga sedang berjalan. Saham perusahaan ini sekarang diperdagangkan pada sekitar $73, di atas target harga 12 bulannya sebesar $70. Franco-Nevada juga baru saja upgrade ke Outperform.

Agnico Eagle Mines Limited (AEM)

Produsen emas Kanada ini berkantor pusat di Quebec dan memiliki pangsa pasar sekitar CAD $13 miliar ($10 miliar USD). Neraca menunjukkan rendahnya hutang, dengan rasio debt to equity yang melayang sekitar 25%. Agnico Eagle melaporkan EPS kuartal kedua 2017 sebesar $0,24, mencerminkan tingkat pertumbuhan rata-rata sekitar 140%, dan pendapatan kuartal kedua sebesar $550 juta, naik 2,28% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2016.

Saham perusahaan ini sekarang diperdagangkan sekitar $45 per saham, turun sekitar 25% selama 12 bulan sebelumnya. Ini membawa target harga 12 bulan sebesar $58, yang merupakan potensi kenaikan hampir 27% dari level saat ini.


Share
This entry was posted in Arikel emas. Bookmark the permalink.